Selamat Datang di blog AGORA
go to my homepage
Menuju Halaman AGORA

Selasa, 18 Oktober 2011

Sarapan Pagi Cegah Sindrom Metabolik


Birmingham: Pepatah yang berbunyi "sarapan seperti raja, makan siang seperti pangeran, dan makan malam seperti budak" mungkin ada benarnya. Sarapan pagi yang bergizi ternyata dapat mencegah serangan snidrom metabolik. Demikian hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Alabama, Birmingham, Inggris, baru-baru ini.

Penelitian melibatkan tikus sebagai subjek penelitian. Ditemukan, tikus yang mendapatkan makanan pagi dengan kandungan lemak yang cukup memiliki sistem metabolisme yang baik, juga kemudahan untuk mencerna makanan apa pun sepanjang hari. Sedangkan tikus yang mendapatkan makanan pagi yang sama, yang dilanjutkan dengan makanan siang dengan lemak tinggi, ditemukan mengalami berat badan, intoleransi glukosa, yang berujung pada serangan sindrom metabolik.

"Makanan pertama yang dikonsumsi akan mempengaruhi sistem metabolisme kita sepanjang hari. Jika kita mengonsumsi makanan yang kaya akan karbohidrat, maka manfaat dari karbohidrat dapat dirasakan sepanjang waktu. Begitu juga dengan lemak," kata pimpinan penelitian, Martin Young, Ph.D.

Menurut beberapa sumber, Sindrom metabolik atau sindrom X adalah kumpulan dari faktor-faktor risiko untuk terjadinya penyakit kardiovaskular. Ini juga merupakan prekursor dari serangan diabetes dan penyakit jantung. Lamanya waktu dari sindrom metabolik hingga terjadinya penyakit di atas bisa 15 tahun atau lebih tergantung faktor genetik dan pola hidup yang bersangkutan.

Gangguan metabolisme termasuk sindrom metabolik biasanya mulai terjadi pada usia di sekitar 35 tahun (saat pola hidup berubah). Diet yang salah, stres serta perilaku yang salah, dan kebiasaan berisiko seperti merokok semuanya akan mempercepat perubahan dari sindrom metabolik menjadi penyakit yang serius.(Zeenews/ADO)


Sumber

Tingkatkan Imunitas dengan Sayuran Hijau


Cambridge: Sayur-sayuran hijau memang dikenal baik untuk kesehatan tubuh. Sayur-sayuran hijau, seperti bok choy dan brokoli ternyata memegang peranan penting dalam meningkatkan kinerja sistem imun. Demikian hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari Babraham Institute di Cambridge, Inggris, baru-baru ini.

Penelitian itu menjadikan tikus sebagai objek penelitian. Hewan-hewan itu dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diberi makanan yang kaya sayur-sayuran hijau. Sedangkan kelompok kedua diberikan makanan nonsayuran berlemak tinggi.

Ditemukan, kelompok pertama memiliki tingkat sel imun intra-epitel limfosit (IELs) yang lebih tinggi di usus juga kulit mereka dibandingkan tikus dalam kelompok kedua. Para peneliti juga menemukan, jumlah IELs berbanding lurus dengan kadar protein permukaan sel, yang disebut reseptor aril hidrokarbon (AHR). Keduanya dapat diatur dengan berbagai kandungan yang ditemukan pada sayuran hijau.

"Setelah memberikan tikus-tikus sehat ini dengan makanan nonsayuran selama dua sampai tiga minggu, saya terkejut menemukan hasilnya. Pola makan tikus-tikus ini telah mengikis sel perlindungan atau sel imun hingga 80%," kata pimpinan penelitian, Marc Veldhoen.(Zeenews/SHA)


<a href="http://kesehatan.liputan6.com/read/358289/tingkatkan-imunitas-dengan-sayuran-hijau" target="”_blank”link=&quot;nofollow&quot;">Sumber</a>

Garam Bikin Hard Disk Simpan Banyak Data


Singapura: Garam menjadi bumbu dapur yang tidak dapat dilewatkan saat memasak. Kini, garam bisa menjadi bahan khusus agar hard disk komputer baru Anda mampu menyimpan data enam kali lebih banyak dari hard drive yang ada.

Peneliti dari Singapura menemukan bahwa sodium klorida di dalam garam meja dapat menjadi kunci untuk menjadikan hard drive lebih padat agar bisa menyimpan lebih banyak informasi.

"Hasil yang didapat ialah apabila "bits" tersebut dapat menjadi lebih padat maka akan mengurangi waktu memproses informasi," kata Joel Yang, ilmuwan dari Institut Penelitiaan Bahan Singapura, Selasa (18/10).

Teknologi yang telah hadir pada hard drive sekarang hanya terbatas pada teknologi yang hanya bisa mengisi bagian kecil informasi. Setiap butir memiliki ukuran sekitar 7-8 nanometer. Padahal, tim riset telah membuktikan bahwa butir yang berukur 10 nanometer dapat menambahkan kapasitas informasi di dalam hard drive.

Dengan menggunakan sinar tembak elektron, mereka dapat melacak pola struktur nano di kaca film yang menutupi dasar hard drive. Lalu, mereka menggunakan cairan pengembang asin untuk membersihkan bagian dari film yang terkena elektron dan membuahkan hasil pola yang diinginkan.

Teknik tersebut digunakan untuk memperbesar ukuran dari luar permukaan dari hard drive, yang akan membantu individu dalam proses penyimpanan informasi. (msnbc/MEL)


Sumber

Intel: 2,5 Miliar Orang Akan Terkoneksi Internet


SAN FRANCISO - Intel sebagai penguasa pasar prosesor komputer masih optimis akan masa depan perangkat untuk menghubungkan orang dengan dunia online.

Dalam konferensi Web 2.0 Summit, Intel Data Center Group Vice President and General Manager Kirk Skaugen menjelaskan visi intel untuk menambahkan miliaran orang agar bisa terhubung dengan internet, melalui sejumlah perangkat.

Skaugen mengklaim saat ini sekira 1,5 miliar orang telah terhubung dengan internet, dan di masa depan jumlah tersebut akan bertambah menjadi 2,5 miliar orang pada tahun 2015. Demikian yang dilansir Information Week, Selasa (18/10/2011).

Dia mencontohkan, bagaimana di masa depan rata-rata mobile akan memiliki 300 mikroprosesor yang mampu mendukung lebih dari 50 juta baris kode yang menghubungkan ke internet.

Superkomputer untuk kebutuhan data yang sangat besar, Skaugen mengklaim bahwa Hukum Moore masih berlaku. Sampai saat ini, kata Skaugen, Intel telah dikalikan daya komputasi dengan faktor 550x sedangkan penurunan biaya dengan faktor 500x. (tyo)



Sumber

Teknologi Terbarukan, Solusi Krisis Energi RI


NUSA DUA - Sejumlah daerah di Indonesia kini mulai tertarik mengembangkan Smart Hydro Energy (SHE) yakni teknologi alternatif terbarukan sebagai penghasil energi listrik yang diklaim ramah lingkungan dan bebas emisi.

Teknologi terbarukan yang diciptakan James Kwok, pria kelahiran Bandung, Jawa Barat namun kini menjadi warga negara Australia itu, sejak 2009 terus dikenalkan ke publik Tanah Air. Daerah yang telah menerapkan teknologi tersebut seperti Jawa Timur, Sumatra Selatan, Riau, Batam dan Kalimantan Timur baik untuk skala perumahan hingga industri.

"Teknologi ini sebagai jawaban atas krisis energi di Indonesia karena tidak perlu sumber daya alam cukup dengan memanfaatkan air," ujar Kepala Bidang Operasional PT Inter Pacific Energy Rudy Hartajo di sela "World Renewable Energy Congress" di Nusa Dua, Bali, Selasa (18/10/2011).

Dia menjelaskan, air tawar yang telah ditampung untuk menggerakkan generator kemudian menciptakan angin yang akhirnya bisa menghasilkan energi listrik. Pendek kata, lewat sirkulasi air itulah yang kemudian prosesnya melahirkan energi listrik.

Dari sekira 30 meter kubik air misalnya, lewat teknologi SHE ini akan menghasilkan sekira 250 kilowatt sehingga cukup sebagai sumber pasokan listrik suastu desa. Dia berharap masyarakat di pedesaan bisa memanfaatkan teknologi ini karena sangat menopang go green dan mencegah kerusakan lingkungan.

Selain bahannya mudah didapat seperti air sungai atau PAM juga relatif mudah pemeliharaanya karena tidak menggunakan bahan bakar minyak. "Sama sekali tidak terdapat kandungan gas buang atau zero emisi," tegasnya lagi.

Sementara, dalam pertemuan Kongres Energi Terbarukan Dunia (Word Renewable Energi Congress /WREC) Indonesia 2011 di Nusa Dua, yang dihadiri sekira 700 delegasi dari lebih 50 negara di dunia tersebut digelar pada 17-19 Oktober.

Kegiatan yang digagas Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) bekerjasama dengan World Renewable Energy Network (WREN) yang berbasis di Inggris, merupakan ajang pertemuan para pakar dan praktisi energi terbarukan dan efesiensi energi tingkat dunia.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Kardaya Warnika mengatakan, program ini akan dirumuskan bagi industri boros listrik. Menurut dia, industri tersebut diwajibkan memasang listrik yang berasal dari energi terbarukan, misalnya energi matahari.

"Penerapan program ini selain untuk menggiatkan penggunaan energi terbarukan, juga guna memberikan dampak positif pada lingkungan," katanya. (wdi)


Sumber

Sabtu, 15 Oktober 2011

Protes SMS Sedot Pulsa, Muncul Gerakan Matikan Ponsel


JAKARTA – Akibat praktik sedot pulsa yang terus bergulir, muncul himbauan untuk mematikan ponsel pada Sabtu, (15/10). Aksi ini sebagai bentuk protes pada pemerintah yang dianggap tidak memberikan solusi masalah SMS sedot pulsa.

Ajakan ini mencuat setelah Harja Saputra lewat situs Voice of Humanism memposting kekecewaannya atas penyelesaian kasus sedot pulsa yang tak membuahkan hasil. Termasuk saat diadakan rapat antara operator selular, Badan Relulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Kemenkominfo dan Komisi I DPR.

Siapa sangka, postingannya pada 11 Oktober lalu itu menjadi bola salju yang semakin membesar dan direspon berbagai pihak. Dalam situs tersebut, ia meminta agar BRTI dibubarkan, luncurkan SIM Card bebas iklan, dan matikan HP pada 15 Oktober 2011 pukul 10.00-12.00 sebagai hari bebas ponsel dan sebagai protes konsumen Indonesia pada para pihak di atas.

“Kami konsumen ponsel berhak untuk mematikan HP kami kapan pun. Tetapi jika seluruh Indonesia mematikan HP-nya serentak, para operator akan tahu akibatnya,” katanya dalam situs tersebut. Pesan itu pun dimintanya agar disebarkan seluas-luasnya demi konsumen ponsel.

Masih dalam situs yang sama, gerakan mematikan ponsel selama dua jam itu semacam shock terapi. “Dengan 2 jam kami sebagai konsumen ingin memberikan pelajaran bahwa konsumen jangan diremehkan,” kata koordinator gerakan matikan ponsel ini. Dengan mematikan ponsel, ia menyakini operator akan kehilangan omset selama 120 menit itu.

Ia mengatakan kasus sedot pulsa sudah menjadi perhatian banyak pihak. Terkait kasus sedot pulsa ini, gerakan pun telah dibangun di jejaring dunia maya. Berbagai blog, pesan-pesan massal melalui SMS dan Blackberry Messenger pun sudah merajalela. “Kami tidak main-main. Sosial media jangan diremehkan. Ia bisa memicu revolusi di Timur Tengah dan di Inggris. Di sini mari kita gunakan social media untuk menyuarakan tuntutan hak kita,” katanya


Sumber


Selasa, 11 Oktober 2011

345 TKI Terancam Hukuman Mati


JAKARTA--Sebanyak 345 TKI terancam hukuman mati di berbagai negara. Hal itu diungkapkan oleh Policy Analist Migrant Care, Wahyu Susilo, Senin (10/10) di Jakarta.

Ia mengungkapkan, Migrant Care akan terus melakukan advokasi guna mencegah hukuman mati para TKI ini. Ia berpendapat, harus investigasi untuk mengungkap mengapa TKI melakukan kejahatan yang mengakibatkan hukuman mati.

Dalam waktu dekat, seorang TKI asal Majelangka, Tuti Tursilawati akan dieksekusi hukuman mati. " Kabarnya setelah Idul Adha," ungkapnya. Migrant Care akan mengupayakan agar eksekusi tersebut bisa dicegah.

"Biasanya karena mereka membunuh majikan. Tapi kita juga harus menyelidiki motif pembunuhan itu," ungkapnya. Motif kejahatan, ia menilai sebagai hal yang jarang sekali diungkap dalam kasus hukuman mati.

"Terkesan ditutup-tutupi seperti kasus Ruyati. Ketika kita tanya ke KBRI, mereka marah-marah," tambahnya. Walaupun begitu, masyarakat Indonesia tak jera menjadi TKI walaupun para buruh migran ini banyak tersandung masalah selama bekerja di luar negeri.

Di pemerintahan presiden SBY, kasus hukuman mati untuk TKI merupakan terbanyak dibandingkan di pemerintahan sebelumnya. Ia menganggap, ini sebagai akumulasi tidak berjalannya diplomasi perlindungan warga negara di luar negeri. TKI hanya dianggap sebagai pahlawan devisa namun tak diperhatikan keselamatannya.

Sumber