Selamat Datang di blog AGORA
go to my homepage
Menuju Halaman AGORA
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 November 2011

cara alam menghibur

Pernahkah kita mengalami ketika hujan deras mengguyur, kita lupa membawa payung. Lalu kita pun berbasah kuyup kedinginan. Namun, ketika kita siapkan jas hujan, justru panas dan terik datang membakar hari. Sebalkah anda?

Atau mungkin kita pernah terburu-buru mengejar waktu, tetapi perjalanan malah tersendat, seolah membiarkan kita terlambat. Namun, ketika kita ingin melaju dengan tenang, pengendara lain malah membunyikan klakson agar kita mempercepat langkah. Sebalkah anda?

Mengapa keadaan seringkali tidak bersahabat? Mereka seakan meledek, mengecoh, bahkan tertawa terbahak-bahak. Inikah yang disebut dengan “ketidakmujuran”?

Sadari saja, itu adalah cara alam menghibur kita. Itulah cara alam mengajak kita tersenyum, menertawakan diri kita sendiri, dan bergurau secara nyata. Kejengkelan itu muncul dari karena kita tak mencoba bersahabat dengan keadaan. Kita hanya mementingkan diri sendiri. Kita lupa bahwa jika toh keinginan kita tidak tercapai, tak ada salahnya kita menyambutnya dengan senyum, meski secara kecut, tak apalah

Sumber

Berhenti mengeluh SEKARANG!


Pantaskah anda mengeluh? Padahal anda telah dikaruniai sepasang lengan yang kuat untuk mengubah dunia. Layakkah anda berkeluh kesah? Padahal anda telah dianugerahi kecerdasan yang memungkinkan anda untuk membenahi segala sesuatunya.

Apakah anda bermaksud untuk menyia-nyiakan semuanya itu? lantas menyingkirkan beban dan tanggung jawab anda? Janganlah kekuatan yang ada pada diri anda, terjungkal karena anda berkeluh kesah. Ayo tegarkan hati anda. Tegakkan bahu. Jangan biarkan semangat hilang hanya karena anda tidak tahu jawaban dari masalah anda tersebut.

Jangan biarkan kelelahan menghujamkan keunggulan kamu. Ambillah sebuah nafas dalam-dalam. Tenangkan semua alam raya yang ada dalam benak anda. Lalu temukan lagi secercah cahaya dibalik awan mendung. Dan mulailah ambil langkah baru.

Sesungguhnya, ada orang yang lebih berhak mengeluh dibanding anda. Sayangnya suara mereka parau tak terdengar, karena mereka tak sempat lagi untuk mengeluh. Beban kehidupan yang berat lebih suka mereka jalani daripada mereka sesali. Jika demikian masihkan anda lebih suka mengeluh daripada menjalani tantangan hidup ini?


Sumber

Sabtu, 10 September 2011

Seberapa tangguhkah saya ?

Mereka bilang jangan pernah jadi keledai yang selalu jatuh di lubang yang sama. Tapi bukankah kita manusia bukan keledai, maka terkadang tak apa bila berkali-kali gagal dan masih terus berusaha mencoba pada hal yang sama.

Tuhan menguji setiap orang dengan cara berbeda, dengan hal-hal yang paling ditakuti oleh masing-masing orang. Maka Maha Besar Ia, memahami makluk-Nya dengan sedemikian detailnya.

Ketika hidup terasa sangat tidak adil bagi Anda, maka ingatlah di luar sana ada jutaan orang yang mau menukar hidupnya dengan hidup Anda yang menurut mereka jauh lebih sempurna.

Jadi dirimu. Sebaik-baik dirimu. Cukup itu saja.

Sebagaimana kata bijak, kegagalan adalah sukses yang tertunda. Maka kesuksesan adalah kegagalan yang tertunda. Jadi, waspadalah!

Kamu sudah mengalami kegagalan 10 kali? Tenang...kamu belum merasakan kegagalan ke 100 kalinya. Apa? Sudah gagal 100 kali? Tenang, belum juga 1000 kali. Hah, sudah gagal 1000 kali? Tenang, bilangan itu tiada batasnya. Jadi tetaplah mencoba!

Dunia ini sudah terlalu penuh dengan orang yang biasa-biasa saja. Maka, jadilah luar biasa!

Rumput tetangga memang selalu lebih hijau, tapi saya bukan kambing dan saya tidak makan rumput. Lalu kenapa harus peduli dengan rumput?

Tolong dulu diri Anda sendiri. Karena orang yang dirinya "selamat" adalah orang yang pertama kali siap "menyelamatkan" orang-orang di sekitarnya

Bersainglah dengan orang lain, bukan untuk merendahkan sang pesaing. Tapi untuk menyadarkan diri, bahwa tiap orang harus berjuang tanpa curang.
oleh : Fenti Puspita sari

Orang yang berhasil akan mengambil manfaat dari kesalahan-kesalahan yang ia lakukan, dan akan mencoba kembali untuk melakukan dalam suatu cara yang berbeda. - Dale Carnegie